review-ayla-the-daughter-of-war-rosirisalah.com
Artikel, Resensi, review

Diangkat Dari Kisah Nyata, Review Film Ayla : The Daughter of War

rosirisalah.com – Kira-kira siapa yang suka banget nonton film pas zaman perang? Yaps! Aku salah satunya. Dan kebetulan, menemukan satu film bagus kerjasama Turki dan Korea Selatan yang berjudul Ayla: The Daugther of War. Film ini bercerita tentang seorang tentara Turki yang menyelamatkan dan merawat seorang anak korban perang dari Korea pada tahun 1950-an.

Trailer

Kisah diawali dengan ditugaskannya Sersan Süleyman Dilbirliği menuju ke Korea Selatan pada saat usianya 25 tahun. Saat itu, Suleyman menemukan seorang anak kecil berusia 5 tahun yang sedang menangis di malam hari dengan tumpukan mayat di sekelilingnya. Melihat anak kecil yang shock karena kehilangan orang tua dan saudara-saudaranya, Suleyman tidak tega dan membawanya menuju camp militer orang-orang Turki.

Walaupun memiliki kendala komunikasi, tidak menyurutkan Suleyman untuk merawat dan menjaga gadis kecil itu yang diberi nama Ayla, yang berarti rembulan dalam bahasa Turki. Nama yang diambil dari mengenang pertemuan mereka pada saat malam hari saat hadir bulan purnama di atas mereka.

Baca juga : Review Traveler JTBC Season 1 : Perjalanan Ryu Jun Yeol dan Lee Je hoon di Kuba Tanpa Skenario

Pertemuan Ayla dan Suleyman menimbulkan ikatan  kasih sayang yang tidak terpisahkan. Walaupun mereka tidak sedarah, kasih sayang antara Ayah dan Anak sangat kentara. Di film ini kita akan disuguhkan interaksi yang hangat dan menyentuh dari Ayla dan Suleyman serta teman-teman Suleyman di militer Turki.

Ayla dan Suleyman, Dok. Ayla The Daughter of War

Konflik dimulai saat Suleyman harus kembali ke negaranya, Turki dan terpaksa harus meninggalkan Ayla di Korea sebagai negara aslinya. Saat itu Suleyman berjanji akan kembali dan bertemu lagi dengan Ayla. Perpisahan dan pertemuan yang sangat menyentuh di akhir film setelah menunggu selama 60 tahun.

Film Ayla: The Daughter of War ini juga masuk daftar Nominasi Piala Oscar Film terbaik Luar Negeri di tahun 2017. Akting para pemainnya juga keren sekali, seperti Ayla yang diperankan Kim Seol (Jinjoo di Reply 1988) dan Suleyman yang diperankan oleh aktor Turki Ismail Hacioglu.  Di film ini juga kita bakalan tahu hubungan diplomatik Korea Selatan dan Turki semenjak perang korea tersebut. 

Baca Juga : Review Reply 1988, “Pada Akhirnya Keluargalah yang Paling Menyadari”

Diangkat dari Kisah Nyata

Film tahun 2017 ini diangkat dari kisah nyata Ayla/Kim Eun-ja dan Suleyman. Di akhir film ini pun ditunjukan klip asli pertemuan mereka setelah 60 tahun terpisahkan pada tahun 2010. Mereka dipertemukan oleh acara TV, MBC. 

Seriusan sih, bakalan banjir air mata saat menonton akhir film ini yang sangat hangat dan menyentuh.

rosi risalah

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *