Artikel, Resensi, review

Resensi Buku 88 Strategi Bisnis ala Rasulullah Yang Tak Pernah Rugi – Ahmad Jarifin

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah (62):10)

Dari ayat di atas sudah jelas bahwa Islam sangat mendorong umatnya untuk bekerja dan berusaha untuk mencari penghidupan.

IDENTITAS BUKU

Judul Buku          : 88 Strategi Bisnis ala Rasulullah Yang Tak Pernah Rugi

Penulis                 : Ahmad Jarifin

Penerbit              : Araska Publisher

Tahun                   : 2019

Jenis                      : Religi & Spirituality

rosirisalah.com – Satu hal yang jarang di bahas dari bagian Sirah Nabawiyyah adalah sosok Nabi Muhammad saw sebagai entrepreneur ulung yang sukses dan tidak pernah rugi. Perlu kita ingat sebagai umatnya, sebelum menerima wahyu kenabian, Rasulullah adalah seorang pedagang yang sukses. Pebisnis ulung. Saat itu Rasulullah bahkan sudah melakukan perdagangan luar negeri ke Syam, menjual barang-barang dagangan milik Khadijah.         

                Abu Thalib sangat menyayangi Muhammad SAW sebagaimana anaknya sendiri. Sang Paman yang merupakan pedagang kemudian mengajari Rasulullah cara-cara berbisnis (berdagang) dan bahkan mengajaknya pergi bersama untuk berdagang meninggalkan negerinya (Mekah) ke Syam pada saat Rasulullah berusia 12 tahun. Tidak heran beliau sudah pandai berdagang sejak berusia belasan tahun, hingga kejujurannya membuat beliau diberikan gelar As Shiddiq dan Al-Amin (terpercaya) dalam memegang amanah.

                Menurut catatan sejarah, selama 20 tahun itu  Nabi Muhammad SAW mengembangkan bisnis  Khadijah binti Khwailid yang nanti akan menjadi istrinya dan selalu mendapatkan kesuksesan besar. Bisa dikatakan dalam karir bisnisnya beliau pernah menjadi makelar, manager, dan akhirnya pemilik bisnis sendiri dengan reputasi yang baik karena jujur dan amanah.

Baca Juga: Resensi Tafsir Al-Qur’an Kontemporer For Teenage (An-Naas – Al’Aadiyaat)

                Maka dalam buku 88 Strategi Bisnis ala Rasulullah Yang Tak Pernah Rugi, Ahmad Jarifin yang juga seorang entrepreneur menjelaskan kiat-kiat apa yang bisa dicontoh dari Rasulullah saw sebagai panutan kita dalam mengembangkan bisnis. Baik dari niatnya sebagai ibadah, prosesnya yang cerdas dan kiat hubungan bersama karyawan atau pun rekan kerja. Semuanya ditumpas dalam 88 bab yang menarik dan bermanfaat untuk diketahui umat muslim. Khususnya untuk mereka yang bercita-cita menjadi penguasaha.

                Bekerja harus menjadi suatu kebutuhan. Walaupun begitu, umat Islam janganlah menjadi umat yang melupakan syariat atau aturan-aturan agama dalam menjalankan pekerjaannya. Rasulullah SAW bahkan menyebut aktivitas bekerja sebagai jihad di jalan Allah,

                Diriwayatkan bahwa beberapa orang sahabat melihat seorang pemuda kuat dan rajin bekerja. Mereka pun berkata mengomentari pemuda tersebut, “Andai saja ini dilakukan untuk jihad di jalan Allah.” Nabi SAW kemudian bersabda, “Janganlah kamu berkata seperti itu. Jika ia bekerja untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk menafkahi kedua orang tuanya yang sudah tua, maka ia di jalan Allah. Dan jika ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya, maka ia pun di jalan Allah. Namun, jika ia bekerja dalam rangka riya atau berbangga diri, maka ia di jalan setan.” (HR. Thabrani)

                Semoga kita semua bisa senantiasa semangat dalam bekerja dan berwirausaha dengan niat semata-mata untuk ibadah dan mencari Ridha Allah. Aamiin.

Referensi:

Jarifin, Ahmad. (2019). 88 Strategi Bisnis ala Rasulullah Yang Tak Pernah Rugi. Yogyakarta: Penerbit Araska

Rosi Risalah

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *