kunci sukses rosi risalah 3
Resensi, review

Review Buku Kunci Kesuksesan: Ubah Kegagalan Jadi Keberhasilan

“Sudahkah Anda melihat diri Anda sebagai ciptaan Tuhan yang dilahirkan untuk berhasil?”

Kunci Sukses – Eric Kanadi, Hlm. 15

rosirisalah.com – Ada banyak kunci kesuksesan di sekitar kita. Namun, terkadang, pada langkah pertama, kita selalu membatasi diri dengan gambaran yang buruk. Lewat buku Kunci Kesuksesan ini, saya pribadi menemukan kontemplasi panjang tentang pentingnya membuat gambaran yang baik. Kamu adalah hasil karya Tuhan yang sangat sempurna. Masterpiece-Nya.

Identitas Buku

Judul Buku          : Kunci Kesuksesan

Penulis                 : Eric Kanadi & Anang YB

Penerbit              : PT Elex Media Komputindo

Tebal                     : 234 Halaman

Tahun                   : 2020

                Setidaknya ada tujuh kunci kesuksesan yang dijabarkan oleh sang penulis melalui buku ini. Kunci yang ternyata dekat dengan sehari-hari kita. Langkah untuk terus mensyukuri setiap modal yang telah diberikan oleh Sang Pencipta.

                Pada kunci pertama, pembaca akan benar-benar dihadapkan pada bahasan ‘Gambaran Diri’. Sesuatu yang terkadang disalahpahami padahal inilah kunci utamanya. Mindset. Gambaran tentang diri sendiri akan berpengaruh kepada kesuksesan seseorang.

                Seberapa sering kita membuat persepsi buruk tentang diri kita? Menuruti setiap perkataan, “ah kamu tidak akan berhasil, kamu akan gagal,” dari orang lain di luar sana? Padahal, kuncinya, ada pada gambaran sehat untuk diri kita. 

                “Banyak orang merasa dirinya jelek dan tidak berharga. Namun, apakah Anda sadar siapa yang menciptakan diri Anda? Yang menciptakan kita adalah Tuhan! Jadi, kalau lukisan karya Leonardo da Vinci saja bisa bernilai miliaran rupiah, apalagi ciptaan Tuhan. Manusia yang diciptakan Tuhan bisa bernilai tak terhingga. Ia indah, luar biasa, dan sangat mahal. Harga kita tidak bisa dinilai dengan uang.” – Kunci Kesukesan, Hlm. 45

                Membaca bab satu secara lengkap akan membuatmu mengerti tentang gambaran sehat dalam mencintai diri dengan setiap kelebihan dan kekurangannya 😊.

                Selanjutaya, kunci kedua adalah tentang Fokus. Apasaja yang membuat seseorang gagal fokus, bagaimana cara berfokus, apa saja manfaat dari ‘power of focus’. Rasanya pembaca harus benar-benar fokus untuk membahas bab kedua ini.

                Setelah itu, untuk Kunci kesuksesan ketiga, keempat dan kelima, datang dari Panca Indera kita. Ada Mata, Telinga, dan Lidah. Masing-masing indera tersebut dibahas dalam satu bab per kategori. Menariknya, salah satu keunggulan buku ini, adalah menceritakan banyak kisah orang-orang tentang Kunci Kesuksesan Mata, Telinga dan Lidah. Tiga komponen yang saling bersautan untuk memengaruhi cara hidup kita. Mata dan Telinga akan benar-benar menjadi tempat kita menginput informasi dan mulut sebagai tempat output. Referensi yang masuk akan menentukan perilaku kita.

Selanjutnya pada dua bab terakhir adalah yang paling saya suka: Tentang The Power of Giving dan Rendah Hati. Orang-orang banyak mengira dengan memberi, sedekah tanpa meminta balasan apapun, kita terlihat kehilangan sesuatu. Padahal nyatanya, dengan memberi kedamaian hati akan ditemukan. Tidak perlu menunggu kaya. Jadikan memberi sebagai habits, apapun yang kita punya, tanpa mengharapkan balasan. Kalau sejak miskin saja kita sudah ogah memberi, pada saat kita diberi kelapangan pun bisajadi kita akan tetap kikir. Bab ini akan memotivasimu tentang tujuan memberi,  dimana kita tidak boleh serakah atau mengharapkan balasan.

                Kunci kesuksesan terakhir, yaitu Rendah hati. Dalam beberapa lembar terakhir, Pak Erick menuliskan dalam bukunya, “Kunci kesuksesan kerendahan hati adalah sesuatu yang paling sering tidak kita perhatikan, bahkan sering kali kita sepelekan.” (Halaman 228). Hal ini benar-benar menohok dan menginspirasiku.

                Ada kisah yang diceritakan dalam buku ini tentang gelas tinggi yang disimpan di ujung meja, sehingga gelas itu terjatuh karena tersenggol. Namun ada juga gelas yang disimpan di bawah lantai yang akan kemudian otomatis dipindahkan ke atas meja karena tempatnya bukan di bawah. Analogi itu membuatku berpikir dan belajar.

                Rendah hatilah maka dirimu akan ditinggikan. Sebaliknya, barang siapa meninggikan diri maka dirinya akan direndahkan.  (Halaman 213)

                Maka Anda harus sesekali melakukan refleksi, apakah aku sudah cukup rendah hati?

                Betul, apa yang mesti kita sombongkan? Kantongilah sikap mental menjadi orang yang selalu mau belajar. Jangan pernah meremehkan setiap orang lain, apalagi yang baru bertemu denganmu. Serap ilmu dari orang lain seperti spons. Ketika bertemu orang baru, rendahkan hati kita dan belajarlah dari orang itu.

                Buku Kunci Kesuksesan ini membantu saya pribadi untuk lebih mengenal diri dan menerima setiap hal yang dimiliki. Ditulis mengalir dan menyenangkan, menurut saya buku ini rekomendasi yang cocok dibaca menuju awal tahun baru 2021 ini.

Semoga kita bisa terus berusaha untuk menggapai impian, dan jangan lupa untuk selalu rendah hati 😊  Salam Sukses!

Slowly but surely you are grow

Rosi Risalah

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *