Tugas

Review Film Lincoln

Halo, kembali lagi dengan hasil tugas mata kuliah HAM dan Demokrasi. Berhubung tidak jadi di presentasikan, saya pikir sayang untuk menyimpan review ini di dalam laptop saja. Untuk itu saya akan share powerpoint pembahasannya, di blog ini.

Dalam matkul ini, kita sebagai mahasiswa semester 6 harus mereview bagian mana yang terdapat muatan HAM dan Demokrasinya. Sebenarnya bukan hanya film ini saja, melainkan ada film lain yang membahas tentang Mahatma Gandhi, namun kelompok saya (KELOMPOK SATU)   kebagian untuk membahas Abraham Lincoln. Btw, filmnya apik sih, cuman agak berat gitu. Buat yang kapasitas nonton filmnya genre anime kayak gue 🙁 (hem)

Nih, power pointtnya bisa di donlod

Abraham Lincoln

Btw saya juga punya scene favorit nih, saat Lincoln lagi ngobrol gitu (?) nih, (langsung skip aja ke menit 01.00)

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=5ayj0q7VFh0&w=560&h=315]

Setidaknya, percakapannya kayak gini.

“Menurutmu kita memilih untuk lahir?”

“Aku rasa tidak.”

“Apa kita dipersiapkan dengan kelahiran kita?”

“Aku sendiri tidak tahu. Mungkin anda pak… yang dipersiapkan.”

Terus Lincoln nanya lagi, “Apa menurutmu?”

“Aku seorang insinyur. Menurutku ada peralatan tapi… tak ada satupun yang sudah siap.”

terus Lincoln jawab lagi,

“Kau seorang insinyur. Kau harus tahu dasar geometri Euclid dan gagasan umum. Aku pernah sekolah, tapi… Aku jarang mendapat pendidikan, tapi aku membaca Euclid di buku tua yang kupinjam. Agak susah untuk mencari contohnya di sini, tapi… sekali dipelajari tetap dipelajari. Gagasan umum pertama Euclid adalah…”

terus dilanjut lagi, ini bagian paling keren nih

“Hal yang setara dengan sesamanya adalah sama antara satu dan yang lain.” itu prinsip dari penalaran matematika. Itu benar karena itu terbukti. Sudah dilakukan dan akan selalu diterapkan. Dibukunya, hmm… Euclid mengatakan ini adalah “terbukti sendiri/sudah jelas”

“Kalian tahu, bahkan dalam buku mekanik berumur 2 ribu tahun, kebenaran terbukti sendiri bahwa hal yang setara dengan sesamanya adalah sama antara satu sama lainnya.”

“Kita mulai dengan kesetaraan. Itu adalah asal usulnya, kan?”

“Keseimbangan itu, adalah kewajaran.”

“Itulah keadilan”

/terus dua orang yang lagi diajak ngobrol itu benar benar terdiam terkesima (aku juga terkesima wakaka)/

begitulah, intinya Lincoln memang salah satu tokoh pejuang kesetaraan di Amerika dan menjadi salah satu yang menarik untuk dilihat pemikiran dan gagasannya tentang HAM dan Demokrasi di dunia.

/Sekian/

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *