Artikel, Penggalan Hidup, review

Review Reply 1988, “Pada Akhirnya Keluargalah yang Paling Menyadari”

Jadi, jagat maya kemarin tanggal 22 Juni, sempat dihebohkan dengan reuninya Ssangmudong Squad. Iya, awalnya aku tidak begitu heboh karena memang belum selesai menontonnya. Tapi terbukti, drakor yang menceritakan masa tahun 1988 ini beneran berkesan. Jadi, kuputuskan mengikuti euphoria untuk mengenang kisah drama ini kembali dengan mengulasnya (tepat setelah selesai aku tonton)

Drakor yang dirilis tahun 2015 Ini memang sebagus itu (Kemana aja kamu ros)

baca juga: Usai Nonton Enoshima Prism

Bercerita tentang lima keluarga yang tinggal di satu komplek, Ssangmundong, Distrik Dobong, Seoul Utara pada masa-masa tahun 1988.  Setiap keluarga memiliki 5 anak seangkatan dan menjalin persahabatan mereka yang hangat dan menyentuh.

Rumah Choi Taek, si pemain Go di “Reply 1988”

Dimulai dari Kiri, Sung Duk Seon – Ryu Dong Ryong – Sung Sun Woo – Choi Taek dan Kim Jung Hwan.

Persahabatan mereka seru banget, rumah Choi Taek ini (disini park bogum) sering jadi markas mereka untuk makan ramen dan nonton. Ditambah masa masa itu tidak ada yang menggunakan smartphone, quality time pertemuan mereka tuh bener bener bikin iri dan susah move on banget.

Kamu Tim Jungpal atau Tim Choi Taek?

Drama korea mah, memang gak aneh kalau dimasukkan unsur romance-romance nya gitu. Aku gak akan certain deh, yang jelas, tepatnya di episode 18, aku baper sebaik baiknnya baper ☹ Memang salah satu yang menarik dari kisah ini karena, diceritakan menggunakan alur maju mundur, penonton dibuat penasaran siapa yang akan bersama Dok Sun nantinya Ketika dewasa. Karena pada masa itu diceritakan Dok Sun sedang wawancara dengan suaminya (yang ceritanya adalah salah satu dari keempat sahabatnya)

Ahhhh, frustasi aku. Walaupun aku lebih dulu tahu Park Bogum alias Choi Taek, tapi di drama ini mungkin aku adalah #timjungpal.

Tapi aku gak kecewa dengan endingnya, karena memang porsinya pas. Hanya saja, ya itu, sejak episode 18 itu sudah ndak bisa nahan lagi lah, pecah hatiku hahahahaa… Tapi memang sepertinya bukan itu fokus utamanya. Aku malah lihat, sebagus ini persahabatan mereka. Walaupun saling ejek tapi saling mendukung. Yang jelas, keren deh. Gak nyangka ahahaha!

Termasuk Jajaran Drakor Terbaik

Sebenarnya, selepas daripada kisah persahabatan mereka, banyak pula kisah utama tentang keluarga. Karena tema utamanya mungkin itu. Konflik anak dan orang tua, ibu dan ayah, kakak dan adik. Episode satu aja sudah bikin nangis apalagi episode terakhir (eh beneran ahahaha…) dan setiap episode itu memang selalu memberi banyak kutipan hikmah bagi yang menontonnya wahahaha (?)

Mungkin selama 22 tahun aku hidup, akan kunobatkan Drakor ini sebagai drakor terbaik dan paling emosional yang pernah aku tonton. Memang telat sih nonton drakor ini. Bukan, bukan drama corona. Ini beneran drama korea yang pada masa corona ini aku tonton, dan gak nyangka bakal berkesan banget sampai ke ulu hati.

 “Bagaimanapun, keluargalah yang paling menyadari. Tapi apa gunanya tahu? Pada akhirnya yang membantumu mengatasi rintangan bukanlah otak tetapi seseorang yang menggenggam tanganmu dan tidak melepaskan, itulah keluarganya. Bahkan seorang pahlawan pun akan tetap kembali ke keluarganya. Rumah yang ditimpakan kepadamu dan luka yang ditimbulkan di luar rumah oleh kehidupan. Rasa sakit yang ditimbulkan oleh keluarga, orang yang memelukmu dan berdiri di sisimu hingga akhir, pada akhirnya tetaplah keluarga.” – Sung Deok Sun

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *